Oleh : M. Rizky Hendiperdana
Thursday, March 12, 2015
Oleh : M. Rizky Hendiperdana
Friday, May 31, 2013
Sepercik Inspirasi dari kang Hermawan Aksan
Hari ini aku meminjam buku dari perpustakaan daerah Jawa Barat, kebetulan perpus ini letaknya tak jauh dari rumahku. Hanya beberapa meter saja. Beruntungnya aku. Perpustakaan sebesar ini dan koleksi bukunya yang amat banyak dan lengkap berjarak hanya beberapa langkah dari rumahku. Buku yang kupinjam itu berjudul Proses Kreatif Menulis Cerpen karya Hermawan Aksan. Aku sangat berterima kasih pada pengarangnya karena melalui karyanya dia memompakan semangat baru untuk terus berkarya dalam menulis ke jiwaku.
Friday, December 07, 2012
Tentu, Aku Masih Berdiri Di Sini, Belum Jatuh
Sunday, October 21, 2012
Otak Kerbau
Jadi otak Taufik Ismail yang pernah menghuni Taman Kencana, enak juga digoreng kalau begitu.
Sumber : Pengantar Filsafat Ilmu . Jujun S Suriasumantri
Friday, March 04, 2011
Waktu dan Refleksi Diri
Tuesday, February 08, 2011
Malu Karena Novel Menggapai Matahari
Hari ini saya baru menyelesaikan membaca sebuah novel karangan dari Adnan Katino (nama pena). Sebuah novel penggungah semangat berjudul “Menggapai Matahari” yang tentunya investasi waktu yang saya berikan untuk membaca novel ini tentunya tidak sia-sia. Isi novel ini bercerita tentang sebuah kehidupan seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga tidak mampu di pedalaman sumatera utara, tapi ia ingin melawan resistens yang sudah lama melekat dengan istilah kemiskinan. Yaitu sulit untuk menikmati pendidikan tinggi. Melalui usahanya anak tersebut melawan tradisi miskin keluarganya berjuang melawan semua rintangan yang menyertainya dalam perjalanan menuju cita-cita, walau pahit tapi dia terus berjalan. Setelah membaca novel ini sampai selesai, jujur saja terbelesit suatu perasaan malu yang amat sangat pada diri sendiri mengingat perjuangan yang saya lalukan sekarang (tentunya dengan keadaaan yang amat jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemeran novel ini), tidak lebih baik dan lebih semangat dibanding cerita pada novel tersebut. Perasaan malu ini menjalar kepada sebuah kenyataan bahwa di dunia ini masih banyak hal-hal yang dapat kita syukuri dan di luar sana masih banyak hal yang dapat membuat kita sadar apa yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang lebih baik dari yang orang lain miliki.
Sisi positif dari membaca buku ini setelah tadi sedikit membahas tentang sisi negatinya yaitu menimbulkan perasaan malu, yaitu melalui novel ini tentu saja semangat menuntut ilmu saya semakin tergugah karena mengingat keadaan yang saya miliki sudah sangat cukup dan memadai untuk proses menuntut ilmu dan belajar, tinggal dari sisi kemauan dan keseriusan saja yang menentukan itu semua akan berjalan atau tidak. Ya terima kasih untuk pengarang, yang sudah menulis sebuah karya mungkin sebuah mahakarya yang dapat menginspirasi banyak orang menuju cita-citanya walau keadaan sulit dan keras tapi itu semua bukan merupakan sebuah alasan untuk berhenti berusaha. Terakhir, saya ingin mengutip sebuah pernyataan yang menurut saya sangat bagus sekali dalam novel ini dan pasti sudah sangat sering didengar, kira-kira begini “ Kepuasaan dari hasil yang kita dapat berbanding lurus dengan usaha dan kerja keras yang kita lakukan untuk mencapa hasil tersebut ”.
Tuesday, January 18, 2011
Anekdok Perang Paling Liar
Pasukan berbaju zirah besi itu beriringan maju ke medan perang paling depan, menggegam tombak di tangan kanannya, tombak yang ujungnya siap untuk merobek daging dari musuknya, tangan kirinya terdapat perisai besar yang kuat dan pedang tajam yang disarungkan di pinggang para pasukan t ersebut. Langkahnya kian mantap mengikuti irama tabuhan drum yang bergelora, sampai ketika barisan pasukan musuh terlihat di ujung cakrawala, tak gentar ketika melihat pasukan musuh yang jumlahnya kurang lebih sama dengan pasukan mereka, mereka tetap berjalan dengan rapi mendekati kerumunan pasukan musuh.
Ketika pasukan musuh sudah sangat dekat untuk bisa dilihat oleh mata, terkaget dan tercengang bukan main para pasukan ini. Ya, karena pasukan musuh yang mereka lihat adalah pasukan perempuan berusia tua renta yang biasa disebut dengan nenek. Ya, gerombolan pasukan musuh itu terdiri dari para nenek-nenek yang memegang tombak dengan payah, tubuhnya lesu ditiup lebatnya angin pertempuran. Bahkan untuk mengangkat tombak pun nenek itu sudah kepayahan. Dapat dipastikan nenek-nenek ini tidak akan bisa membunuh satu pun dari tentara berbaju zirah tersebut dan karena itu kemenangan sudah di tangan.
Ketika jarak antar pasukan sudah kian dekat sehingga mereka dapat melihat wajah musuhnya, komandan pasukan sudah bersiap untuk melancarkan serangan besar, Sang komandan terkejut kenapa pasukannya tidak melancarkan serangan seperti yang ia minta. Ternyata sebab itu semua adalah pasukan nenek-nenek bertombak yang ada di seberangnya adalah para nenek kandung masing-masing dari pasukan tersebut.
Monday, October 06, 2008
8 oct 2008 start again the journey
Sekarang udah masuk semester 3 di FK UNISBA, dan mata kuliah pertama yang harus dihadapi yaitu sistem reproduksi,,hehehu
semuanya tentang reproduksi deh di situ ada,, mulai dari ilmu kebidanan, kandungan,orgn repro pria, organ repro wanita, dll

"Together for the great future"
Thursday, October 02, 2008
Join with BEM FK UNISBA

saya ditempatkan di departemen pengembangan keilmuan, alias "Bangil". ya kerjanya sih ga jauh dari ngurusin hal2 yg berhubungan kaya pengembangan pengetahuan, baik internal maupun eksternal. misalnya, TOEEFL, pelatihan ketrampilan dasar klinik, dan masih banyaklah pokoknya. Anyway, saya harus menjalankan semua tugas ini dengan dedikasi yang tinggi, pastinya karena ini semua konsekuensinya hhhaaha. selamat berjuang Rizq,
"get the great future from the little think and start at now"
kalau orang bilang, selamat datang di BEM ! kalau saya mau ngucapin selamat datang BEM di kehidupan Mochamad Rizky Hendiperdana hehheuu

